Ratni213's Blog

April 11, 2010

Teori Mengenai Etika

Filed under: Uncategorized — ratni213 @ 5:30 pm

Teori mengenai etika membantu kita untuk memilih keputusan etis. Teori etika menyediakan kerangka yang memungkinkan kita memastikan benar tidaknya keputusan moral kita. Berdasarkan suatu teori etika, keputusan yang diambil bisa menjadi beralasan. Beberapa teori etika yang penting dalam pemikiran moral (Bertens, 2000:66) :
 Utilitarisme
Utilis berarti ”bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat secara keseluruhan. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka pemikiran utilitarisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah the greatest happinest of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar.
 Deontologi
Melepaskan sama sekali moralitas dari konsekuensi perbuatan. Intilah ”deontologi” ini berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban. Perbuatan tidak pernah menjadi baik karena hasilnya baik, melainkan hanya karena wajib dilakukan. Perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadikan perbuatan itu baik. Kita tidak pernah boleh melakukan sesuatu yang jahat supaya dihasilkan sesuatu yang baik.
 Teori Hak
Sebetulnya teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena hak berkaitan dengan kewajiban. Malah bisa dikatakan hak dan kewajiban bagaikan dua sisi koin yang sama. Kewajiban satu orang biasanya dibarengi dengan hak dari orang lain.
 Teori Keutamaan
Teori ini adalah teori keutamaan (virtue) yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati, melainkan: apakah orang itu bersikap adil, jujur, murah hati, dan sebagainya. Velasquez (2005), mendefinisikan etika bisnis: ”merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana siterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Bertens (2000), mendefinisikan etika sebagai ”studi tentang masalah etis dibidang ekoniomi dan bisnis.” Pendekatan konvensional terhadap etika bisnis meliputi sebuah perbandingan keputusan atau praktek terhadap norma sosial yang berlaku. Sedangkan hubungan antara etika dan hukum; hukum selalu mewakili etika minimum dan etika selalu mewakili standar yang melebihi ”legal minimum”. (Gumbira-Sa’id:2006) Etika bisnis dalam sebuah abad teknologi merupakan suatu lahan yang kaya dan subur yang membutuhkan sebuah pengertian yang mendalam terhadap seluruh tiga bidang yang terkait : bisnis, teknologi, dan etika. Bukan hanya merupakan pelaksanaan sederhana etika personal, tetapi melibatkan pengertian tentang struktur bisnis, dimana teknologi membawa bisnis, dan subuah rencana untuk menghadapi wilayah ketidaktahuan, dimana kebijakan, hukum, dan pengalaman bersikap diam.
Sumber : http://sadikinkuswanto.wordpress.com/2007/05/30/etika/

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: