Ratni213's Blog

April 11, 2010

Penyebab Timbulnya Makna Hidup

Filed under: Uncategorized — ratni213 @ 6:26 pm

Menurut Frankl (2003), ada 3 penyebab timbulnya makna dalam hidup ini yang dapat membawa manusia kepada makna hidupnya, yaitu :
a. Memaknai Makna Kerja
Menurut Frankl manusia adalah mahluk yang bertanggungjawab dan harus mengaktualkan potensi makna hidupnya. Makna hidup bukanlah untuk dipertanyakan tetapi untuk dijawab, karena kita bertanggung jawab atas hidup ini. Jawaban tidak hanya diberikan dalam kata-kata tetapi yang utama adalah dengan berbuat, dengan melakukan (Frankl, 2003). Aktualisasi nilai-nilai kreatif yang bisa memberikan makna kepada kehidupan seseorang biasanya terkandung dalam pekerjaan seseorang.
Menurut Frankl (2003) pekerjaan memprentasikan keunikan keberadaan individu dalam hubungannya dengan masyarakat dan karenanya memperoleh makna dan nilai. Makna dan nilai ini berhubungan dengan pekerjaan seseorang sebagai kontribusinya terhadap masyarakat dan bukan pekerjaannya yang sesungguhnya yang dinilai. Dalam kasus-kasus dimana pekerjaan yang dimiliki seseorang tidak membawanya kepada pemenuhan diri, maka bukan pekerjaannya yang harus diubah, melainkan sikap orang tersebut dalam dan terhadap pekerjannya.
b. Memaknai makna cinta
Cinta hanyalah cara untuk mencapai keberadaan orang lain pada bagian yang paling dalam dari kepribadiannya. Tak seorangpun dapat menyadari adanya sesuatu yang sangat esensial dari keberadaan orang lain jika dia tidak mencintainya. Dengan bertindak secara spiritual dalam cinta dia dapat melihat ciri-ciri dan bentuk esensial pada orang yang dicintai ; atau lebih dari itu, dia melihat apa yang potensial dari dalam dirinya ; yang belum teraktualisasikan tetapi harus diaktualisasikan. Karenanya, dengan cintanya, seseorang yang sedang mencintai dapat menjadikan orang yang dicintainya mengaktualkan potensi-potensinya dengan membuatnya sadar apa yang bisa dijadikan dan apa dia harus menjadi, dia membuat potensi-potensinya menjadi kenyataan.
Dalam cinta terjadi penerimaan penuh akan nilai-nilai, tanpa kontribusi maupun usaha dari yang dicintainya. Cinta akan mampu memperkaya si pecinta. Cinta mengungkapkan individu untuk melihat inti spiritual orang lain, nilai-nilai potensial dan hakekat yang dimilikinya (Frankl, 2004) cinta memungkinkan kita untuk mengalami kepribadian orang lain dalam dunianya sendiri dan dengan demikian memperluas dunia kita sendiri. Bahkan ketika pengalaman kita dalam bercinta berubah menjadi kisah yang menyedihkan, kita tetap diperkaya dengan diberikan makna yang lebih mendalam akan hidup. Manusia tetap rela untuk menanggung resiko dan mengalami sekian banyak kisah cinta yang menyedihkan asalkan dapat mengalami satu saja kisah cinta yang membahagiakan.
Dalam logoterapi, cinta yang membahagiakan sebagai epiphenomenon keinginan-keinginan seksual dan insting belaka yang dalam perspektif ini disebut juga sebagai sublimasi cinta secara primer adalah fenomena sebagaimana seks. Normalnya, seks adalah bentuk ekspresi cinta. Cinta tidak dapat dipahami sebagai suatu efek samping saja dari seks, namun seks adalah suatu cara pengungkapan pengalaman dari puncak kebersamaan yang disebut cinta.
c. Memaknai makna penderitaan
Kapanpun sesorang bisa berhadapan dengan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan, situasi yang tak terhindarkan, nasib yang tak bisa berubah, penyakit yang tak terobati ; dengan demikian seseorang itu diberikan kesempatan terakhir untuk mengaktualisasikan nilai tertinggi. Untuk mengisi makna terdalam, yaitu makna penderitaan. (Frankl, 2003)
Penderitaan memberikan suatu makna manakala individu menghadapi situasi kehidupan yang tak dapat dihindari. Hanya bilamana suatu keadaan sungguh-sungguh tidak bisa diubah-ubah dan individu tidak lagi memiliki peluang untuk merealisasikan nilai-nilai kreatif, maka saatnyalah untuk merealisasi nilai-nilai bersikap tiba. Dalam penderitaan individu berada dalam ketegangan atas apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam kenyataan.

Sumber : http://indahoktavianti.ngeblogs.com/2009/10/19/makna-hidup/

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: