Ratni213's Blog

April 11, 2010

BEDAH PERSYARATAN

Filed under: Uncategorized — ratni213 @ 5:50 pm

Kepiawaian dan kesuksesan seorang staf yang profesional sesungguhnya membutuhkan persyaratan mendasar antara lain latar belakang intelektual (tidak hanya dari segi pendidikan formal), tendensi untuk mewujudkan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, motivasi, semangat, inisiatif, komitmen, keterlibatan langsung (dengan pekerjaan) dan yang terpenting antusiasme. Paling tidak kita bisa menyerap pengertian bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna, diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, bertanggung jawab, jujur, dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karir yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Masalahnya, secuil persyaratan itulah yang justru sering tak dikantongi, atau bahkan lenyap sama sekali, meski seorang staf mengatakan dirinya sebagai profesional. Salah satu kunci sukses seorang profesional adalah menyukai sekaligus menikmati apa yang dikerjakan. Seolah bekerja tanpa beban, suka tak suka. Bebannya adalah masa depannya, yang harus bisa dinikmati. Nyatanya, kunci sederhana inilah yang juga sering diabaikan, baik oleh mereka yang mempunyai pengalaman kerja cukup lama maupun yang baru akan meniti karir.
Mereka yang baru akan meniti karir cenderung mengagungkan disiplin ilmunya, memikirkan bakat, kemampuan, kekuatan atau pengalaman apa saja yang disandangnya. Padahal itu bukan masalah sebenarnya meski sangat relevan dengan bidang kerja. Yang paling penting buat diperhatikan adalah apa yang menjadi keperdulian seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan. Keperdulian inilah yang dinilai mencerminkan apakah orang tersebut menyukai dan menikmati pekerjaannya atau tidak.
Staf yang sudah lama bekerjapun seringkali terlalu sibuk memikirkan kinerja institusinya, sibuk menemukan kriteria yang pas supaya dapat dikatakan sukses. Walhasil, kebanyakan dari mereka justru tak memahami sama sekali apa sebenarnya yang mereka perdulikan dan sukai dari pekerjaan yang dilakukan, sehingga muncul kesan tak ada antusiasme dalam bekerja. Sekedar mengerjakan tugas dan selesai sampai di situ. Situasi ini tentunya tak lantas berarti jalan buntu menjadi profesional mandiri. Masih banyak cara, setidaknya seperti yang dialami oleh sebagian besar dari kita. Mulai dengan menelusuri perjalanan karir sebelum di ambang “gang buntu”. Munculkan pertanyaan kepada diri sendiri semisal :”Kapan saya (mulai dan bisa) menyenangi suatu pekerjaan?”. Masih belum lega, susun pretasi kerja versi sendiri yang telah dilaksanakan/dihasilkan selama ini, serta tanyakan kembali ikhwal:
• Pekerjaan apa yang dirasakan bisa memulainya, mengerjakannya dan melaksana -kannya serta menuntaskannya secara total?
• Pekerjaan mana yang paling dinikmati saat mengerjakannya?
• Pekerjaan mana yang sering dirasakan bisa memuaskan diri?
• Pekerjaan mana yang acap mendatangkan rasa percaya diri atas kemampuan?
• Pekerjaan mana yang kerap memberikan kebanggaan pada diri sendiri?
• Pekerjaan mana yang rajin menyumbangkan kepuasan batin?, atau
• Pekerjaan mana yang mungkin secara rutin dihasilkan lebih baik dibanding hari kemarin!.
Kalau semua pertanyaan tersebut telah terjawab (kendati hanya dalam hati dan lubuk sanubari) berarti seseorang, siapapun (mungkin saya), telah mempunyai apa disebut personal strategic plan . Kredo inilah yang dianggap memudahkan seseorang menetukan atau memilih karir profesionalnya. Kendati begitu perlu diingat, pilihan karir tersebut tak akan begitu saja berjalan mulus karena dia akan menghadapi sederet tantangan. Suksesnya profesional dalam berkarir dibentuk dengan bagaimana seseorang menghadapi sekaligus mengatasi, mengantisipasi sekaligus menciptakan peluang, menyeleksi sekaligus mengeliminir atau bahkan mengalihkan sekaligus memformulasikan dari satu tantangan ke tantangan lain. Serta peran apa yang kita mainkan, baik dalam penyelesaian tugas secara mandiri (dalam skala oprganisasi) maupun dengan mitra kerja (stakeholders). Tentukan dulu peran yang ingin dimainkan, kapan harus bermain, bentuk permainan yang ingin ditampilkan serta kemungkinan lainnya, terakhir bersikaplah sebagai profesional.

Sumber :http://angga_be.blog.plasa.com/

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: