Ratni213's Blog

Desember 9, 2009

tugas ilmu sosial dasar 4

Filed under: Uncategorized — ratni213 @ 8:11 am

Bahaya Merokok

Pada zaman sekarang ini Peringatan bahaya merokok berbentuk tulisan belum efektif karena angka perokok usia muda semakin meningkat. Agar tak semakin banyak korban yang jatuh, berbagai elemen yang peduli pada kesehatan khususnya kesehatan anak muda -termasuk Yayasan Jantung Indonesia (YJI), meminta pada pemerintah dan industri rokok melegalkan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok.
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang diperingati tanggal 31 Mei lalu mengambil tema ‘Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar’.
Peringatan kesehatan yang sekarang tertulis di bungkus rokok masih terlalu abstrak, jadi terasa kurang efektif. Umumnya perokok tahu bahwa merokok itu berbahaya, tetapi mereka tidak tahu seperti apa penyakit kanker karena merokok. Peringatan kesehatan dengan gambar mungkin lebih efektif karena mereka bisa melihat contoh akibatnya. masyarakat menginginkan adanya peraturan bagi industri untuk mulai memasang peringatan kesehatan berbentuk gambar karena masyarakat berhak mengetahui risiko dari produk yang dibelinya dan produsen berkewajiban memberikan informasi yang benar, bukan yang menyesatkan. Pada Saat ini lewat tayangan iklan rokok produsen seolah menyampaikan pesan merokok itu membuat seseorang terkesan sehat, gagah, dan gaya.
Cara peringatan kesehatan ini sudah dilakukan dibanyak Negara.
Singapura adalah negara pertama di Asia yang melakukan peringatan kesehatan berbentuk gambar sejak tahun 2003. Padahal, produk-produk rokok yang ada di Singapura di impor dari Indonesia, tapi produsen rokok dari Indonesia mengikuti peraturan disana, dibungkus rokok itu dicetak gambar-gambar penyakit akibat merokok. Hampir semua negara di kawasan Asia Pasifik sudah melakukan peringatan kesehatan berbentuk gambar, termasuk Timor Leste yang belum lama berdiri. Hanya Indonesia dan Kamboja yang belum melakukan.

Berbicara tentang remaja dan anak muda yang sering dijadikan objek oleh produsen rokok, Jumlah total perokok sekitar 34 % dari jumlah penduduk, dan 25 % dari total perokok adalah anak-anak remaja yang berumur antara 13 sampai 15 tahun, dan peningkatan jumlah perokok di umur 15-19 tahun di Indonesia paling tinggi.
sebaiknya ada peraturan yang ketat, kegiatan remaja tidak boleh di sponsori rokok. Bila hanya sekedar melarang, industri rokok pasti setuju melarang anak-anak remaja merokok karena mereka tahu psikologi anak-anak remaja, semakin dilarang justru semakin dilakukan.

Referensi: media satu group.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: